Entri yang Diunggulkan

cara upload file ke blog

cara Upload File,MP3,Flem dan Vidio di Blog Cara Upload File, MP3, Flem dan Vidio di Blog - S obat,,,, pernah tidak kalian berfi...

Senin, 06 Juni 2016

PERKEMBANGAN NAHDHATUL ULAMA DI MASA KINI

Nahdlatul ulama adalah organisasi yang dirintis dan disepakati oleh para ulama pesantren sebagai wadah mempersatukan diri dan menyatukan langkah dalam mengamalkan ajaran islam Ahlussunnah Wal Jama’ah dan berkhidmat kepada bangsa dan Negara. NU merupakan perkumpulan ulama yang bangkit dan membangkitkan para pengikutnya bersama kaum muslimin di tengah lingkungan masyarakat, juga sebagai Jam’iyyah Diniyah Islamiyah yang merupakan bagian dari masyarakat bangsa Indonesia berpegang teguh pada kaidah-kaidah keagamaan.
Sedangkan Ahlussunnah Wal Jama’ah sendiri adalah suatu golongan yang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW, sahabat Nabi, dan Tabi’in yang biasanya disebut dengan “As-Salafus Shalih”, pendapat ini didasarkan pada pengertian, bahwa Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah golongan yang senantiasa setia mengikuti sunnah Nabi SAW dan petunjuk para sahabatnya dalam Aqidah, Fikih, dan Tasawwuf.
NU adalah organisasi yang besar, bahkan yang terbesar di Indonesia, termasuk organisasi yang kuat, yang tidak tergoyahkan oleh perubahan dan perkembangan, baik perubahan politik ataupun perkembangan ilmu pengetahuan. Diniyah Ijtima’iyah yang bermotif keagamaan dan berlandaskan keagamaan NU harus dipimpin oleh tokoh-tokoh yang bias dipertanggung jawabkan secara moral,  ilmu, amal dan akhlak. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadits:
لاَتَبْكُوْا عَلَى الدِّيْنِ اِذَا وَلِيَهُ اَهْلُهُ وَابْكُوْا عَلَى الدِّيْنِ اِذَا وَلِيَهُ غَيْرُ اَهْلِهِ
“ jangan kalian menangisi agama bila ia dikuasai oleh ahlinya, dan tangisilah agama itu bila ia dikuasai oleh orang yang bukan ahlinya”
            NU mempunyai sistem kepengurusan yang berbeda dengan organisasi yang lain, yaitu terdiri dari Mustasyar yang berfungsi sebagai penasehat. Yang kedua Syuriyah yang berfungsi sebagai pemimpin, Pembina, pengendali, pengawas dan penentu kebijakan, dan yang terakhir adalah Tanfidziyah sebagai pelaksana tugas-tugasnya.
            Pada zaman Globalisasi ini NU berkembang sangat pesat bahkan kegiatan atau program-program di dalamnya sangat baik, namun saat ini NU mulai mengalami kemunduran. Semua itu disebabkan datangnya firqoh-firqoh yang tak kalah kuatnya dengan NU Ahlussunnah Wal Jama’ah seperti Muhammadiyah, Syiah, dan lain-lainnya bahkan firqoh-firqoh tersebut mempunyai dalil-dalil yang kuat. Sebagaiman yang telah diketahui bahwa Muhammadiyah sangat berat menerima kebiasaan-kebiasaan masyarakat NU Ahlussunnah Wal Jama’ah seperti Dibaiyah, Tahlil, Marhaban, Manaqib, dll. Dengan alasan semua alasan itu termasuk Bid’ah, yaitu sesuatu yang belum pernah dikerjakan oleh nabi dan sahabat-sahabatnya. Munculnya firqoh-firqoh baru yang menyesatkan seperti Karihun dll. Firqoh tersebut telah banyak dianut oleh sebagian penerus Ahlussunnah Wal Jama’ah khususnya di kalangan remaja. Salah satu faktor mundurnya NU adalah banyaknya ulama’ besar yang telah wafat dan kyrangnya kader-kader penerus NU. Apalagi di zaman ini banyak sekali pesantren-pesantren besar yang perlu perhatian dari pengasuhnya (Kyai) sehingga NU dan kader-kader penerusnya kekurangan motifasi dan perhatian, bimbingan dan penjagaan, dan belajar mengajar.
            Namun sebagai golongan Ahlussunnah Wal Jama’ah dan penerusnya, kita harus membangkitkan kembali Ukhuwah Islamiyah dan semangat penerus-penerus NU untuk masa ke masa menghentikan kekerasan di bumi Allah dan menghentikan firqoh-firqoh sayyiah yang telah menyeleweng dengan ajaran islam. Sebagaimana prinsip-prinsip Nu:
اَلمْحَافَظَةُ عَلَى الْقَدِيْمِ الصَّالِح وَاْلاَخْدُ بِالْجَدِيْدِ اْلاَصْلَح
“memelihara nilai yang lama yang baik dan benar, dan mengambil nilai baru adalah yang lebih baik”

1 komentar: