Entri yang Diunggulkan

cara upload file ke blog

cara Upload File,MP3,Flem dan Vidio di Blog Cara Upload File, MP3, Flem dan Vidio di Blog - S obat,,,, pernah tidak kalian berfi...

Minggu, 22 Mei 2016

NU menyikapi fatwa MUI: Ahmadiyyah sesat

Ahmadiyyah adalah sebuah agama yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad al-Qadiyani, di negara India. Diantara akidah sesat mereka adalah mereka mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi baru setelah wafatnya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.
NU dan Ahmadiyah 1
NU dan Ahmadiyah 2
NU dan Ahmadiyah 3
NU dan Ahmadiyah 4
NU dan Ahmadiyah 5
Padahal sudah jelas dalam syariat Islam, bahwasanya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam adalah penutup para Nabi dan Rasul.
Hal ini sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wa taala:
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَـٰكِن رَّسُولَ اللَّـهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّـهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا ﴿٤٠﴾
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, melainkan Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (al-Ahzab: 40)
Oleh karena itu Khalifah Abu Bakr ash-Shidiq radiyallahu anhu orang yang paling lembut hatinya, manusia terbaik dari umat Muhammad shalallahu alaihi wa sallam mengirimkan pasukan tempur kaum muslimin untuk menghancurkan nabi palsu Musailamah al-Kadzzab. Terjadilah pertempuran hebat di negeri Yamamah, tewaslah nabi palsu tersebut bersama sekitar 20.000 pengikutnya dari kalangan orang-orang murtad.
Kalau meminjam istilah Jamaah Islam NUsantara (JIN), langkah strategis yang diambil oleh Khalifah Abu Bakr ash-Shidiq radiyallahu anhu tersebut jauh dari sikap “rahmatan lil alamin”, seakan-akan agama Islam rahmatan lil alamin baru muncul beberapa tahun yang lalu, baru ada di NUsantara dengan munculnya Wali Songo, seolah-olah Islam yang dibawa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dan yang dipahami dan diamalkan oleh para Shahabatnya adalah Islam yang dipenuhi teror dan horor.
Demikian pula penyebaran islam yang dilakukan oleh para shahabat, tabiin dan tabiut tabiin, jika dilihat dengan kaca mata JIN, maka sekadar pendudukan dan pencaplokan wilayah semata dengan menggunakan kekerasan.
Dengarlah oleh kalian wahai Jamaah Islam NUsantara (JIN)!
Kami katakan kepada kalian, justru sikap dan langkah taktis yang diambil Khulafa ar-Rasyidin Abu Bakr radiyallahu anhu tersebut membawa rahmat bagi alam semesta, tersebarlah Islam ke seluruh pelosok dunia, bahkan Islam eksis lebih dari 1400 tahun yang lalu.
Bahkan jikalau bukan karena sikap dan langkah yang diambil oleh khalifah Abu Bakr radiyallahu anhu tersebut (tentunya setelah takdir dan ketentuan Allah), maka mungkin kalian para JIN tidak akan mengenal Islam, bahkan mungkin nenek moyang kalian masih sibuk dengan penyembahan batu dan berhala, sehingga kalian tidak pernah mengenal istilah rahmatan lil alamin.
Oleh karena itulah, para ulama dari berbagai tempat dan berbagai masa terus mengingatkan umat dari bahaya aliran-aliran sesat, terkhusus kelompok-kelompok sempalan yang mengklaim memiliki nabi baru, atau klaim semisal itu.
Tidaklah muncul sekte sesat, kecuali para ulama bangkit untuk mengingatkan umat akan hakikat mereka sebenarnya.
Diantara aliran sesat dan menyimpang yang telah diperingatkan para ulama adalah agama Ahmadiyyah, ulama dari berbagai masa dan tempat telah mengeluarkan fatwa sesat untuk agama Ahmadiyyah tersebut.
Demikian pula di negeri NUsantara Indonesia telah muncul fatwa sesat untuk agama baru tersebut, fatwa yang dikeluarkan oleh MUI, dalam Musyawarah Nasional MUI VII, pada 19-22 Jumadil Akhir 1426 H / 26-29 Juli 2005 M.
NU dan Ahmadiyah 6
NU dan Ahmadiyah 7
NU dan Ahmadiyah 8
Namun bagaimana tanggapan ormas NU yang “rahmatan lil alamin”?
Gus Dur tokoh besar ormas NU, pernah berkata:

“Selama saya masih hidup, saya akan pertahankan gerakan Ahmadiyah,”

tegas Gus Dur.
Ahmadiyyah dan NU4
Videonya bisa klik di sini:
Tidak cukup sampai disitu, untuk lebih mengaburkan permasalahan sebenarnya “Wali NU ke 10” Gus Dur mengeluarkan pernyataan bahwa yang berhak mengatakan sebuah aliran sesat atau tidak adalah Mahkamah Agung, bukan MUI.
Demikianlah berbagai macam cara mereka gunakan dan halalkan, asal sekte-sekte sesat tersebut tetap bisa tumbuh subur di negeriNUsantara.
Tradisi “rahmatan lil alamin” ala ormas NUsantara ini ditindak lanjuti oleh istrinya, Sinta Nuriyah yang hingga detik ini terus membela, menyokong, bergandeng tangan dan berhubungan mesra dengan pengikut agama Ahmadiyyah NUsantara.
NU dan Ahmadiyah 9
NU dan Ahmadiyah 10
NU dan Ahmadiyah 11
NU dan Ahmadiyah 12
NU dan Ahmadiyah 13
Sekarang mari kita bandingkan, sikap ormas islam NUsantara dengan sikap Khalifah Abu Bakr ash-Shiddiq radiyallahu anhu dalam menyikapi aliran sesat para pengusung nabi palsu.
Manakah yang lebih rahmatan lil alamin?
Gus Dur, istri dan keturunannya -serta tokoh-tokoh NU yang setipe dan sejalan dengan Gus Dur- sebagai wakil ormas islamNUsantara atau Abu Bakr ash-Shiddiq?
Ataukah jamaah JIN tersebut akan mengakui kalau slogan “rahmatan lil alamin” yang terus mereka usung tersebut sejatinya adalah basa-basi, sekadar pemanis buatan untuk menyeret kaum muslimin ke dalam berbagai kesesatan dan penyimpangan?
Yang sikap lembek dan kurang pede (percaya diri) tersebut muncul dari dolar-dolar Yahudi yang terus menggelontor ke rekening ormas islam NUsantara?
Sungguh musibah di atas musibah…